Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

ANALISIS VEGETASI (KOMUNITAS TUMBUHAN)

Ø Salah satu masalah dalam ekologi adalah:
a.     menentukan distribusi
b.    menentukan ukuran
c.     menentukan perubahan populasi dalam komunitas suatu habitat atau ekosistem


Ø Mengapa? karena banyak variabel yang saling berinteraksi yang menentukan hadir atau tidaknya suatu spesies tumbuhan dan binatang.

Bila suatu spesies hadir

Kelimpahan populasi bervariasi: skala ruang maupun waktu

Penelitian perlu dilakukan

Perubahan kemelimpahannya pada skala ruang (tempat) dan waktu dapat dipelajari

Ø   Kegunaan:
1.        Menjelaskan komposisi dan struktur vegetasi sebagai dokumentasi karakter ekologi di ekosistem tersebut.
2.        Menjelaskan pengertian hubungan atau asosiasi antara komunitas tumbuhan dan faktor lingkungan, misalnya klimat edafik, unsur hara. Sehingga dari hasil tersebut dapat dipelajari mengapa populasi – populasi tumbuhan bervariasi baik secara spasial (ruang atau tempat) maupun secara temporal (waktu).
3.        Dapat dipelajari:
a.     Jumlah tumbuhan yang tersedia pada suatu habitat untuk satwa liar dan hewan di peternakan.
b.    Jumlah kayu yang ada di hutan alam atau hutan perkebunan.
c.     Kualitas habitat satwa liar.
d.    Produk - produk lainnya yang dihasilkan oleh komunitas tumbuhan.
e.     Distribusi satwa liar di antara komunitas di ekosistem.



Ø Sampling
     Sampling   : mengumpulkan data vegetasi sebagai wakil  yang dianggap representatif dari habitat yang dipelajari.
     Alasan     : melaksanakan sampling vegetasi pada area yang  luas adalah tidak mungkin.
*   Sampel harus dicuplik secara random ® artinya, setiap sampel yang dicuplik mempunyai peluang atau kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel yang dicuplik.

Ø Pendekatan
Ada banyak cara (teknik) atau metode untuk menganalisis vegetasi. Yang jelas pemilihan metode untuk analisis vegetasi tergantung pada bermacam variabel, antara lain:
1.    Tujuan penelitian
2.    Tipe struktur vegetasi
3.    Karakter vegetasi yang akan diukur, misalnya densitas (kerapatan), dominansi, dan frekuensi spesies
4.    Derajat persisi dan akurasi yang diinginkan
5.    Waktu, biaya, dan tenaga peneliti yang tersedia.
Kesemua faktor ini perlu dipertimbangkan, sehingga dapat membantu memilih metode yang terbaik untuk situasi yang dihadapi di lapangan.

Ø Parameter yang diukur
Berbagai karakter tumbuhan dapat diukur, biasanya parameter vegetasi yang umum diukur adalah densitas (kerapatan), dominansi, dan frekuensi (kekerapan), Indeks Nilai Penting (INP). Densitas, dominan, frekuensi, dan INP dapat diperoleh dengan berbagai cara metode sampling. Parameter vegetasi tersebut dapat diukur secara kuantitatif sebagai berikut:
1.    Densitas
Densitas (kerapatan) adalah jumlah cacah individu suatu spesies per satuan luas. Luas tersebut dapat dalam meter persegi (m2) atau hektar (Ha = 10.000 m2).

Densitas seluruh spesies = Jumlah cacah individu seluruh spesies
                                    Luas area cuplikan

Luas area cuplikan adalah jumlah plot dan luas plot yang diteliti. Misalnya jumlah plot yang diteliti 10 buah, dengan luas masing-masing 10 m x 10 m = 100 m2, jadi luas total seluruh area yang dicuplik adalah 10 m x 100 m = 1.000 m2. Misalnya ditemukan total cacah individu spesies A pada seluruh plot yang dikaji (10 plot) =     354     = 3, 45   m2
                        1.000
Perhitungan di atas adalah perhitungan densitas absolut atau disebut juga densitas aktual. Untuk tujuan tertentu akan sangat berguna bila konstribusi cacah individu dari satu spesies diekspresikan sebagai hubungan antara cacah individu suatu spesies dengan total cacah individu seluruh spesies yang akan ditemukan di dalam seluruh plot yang dikaji. Ini disebut sebagai densitas relatif.

Densitas relatif spesies A =        Total cacah individu spesies A                x 100 %
  Jumlah total cacah individu seluruh spesies

2.    Frekuensi
Frekuensi adalah pengukuran distribusi atau agihan spesies yang ditemukan pada plot yang dikaji. Frekuensi menjawab pertanyaan pada plot mana saja spesies tersebut ditemukan atau berapa kali munculnya suatu spesies pada plot yang diteliti. Frekuensi diekspresikan sebagai presentase munculnya cacah plot tempat suatu spesies ditemukan.

Frekuensi spesies A =        Jumlah plot terdapatnya spesies A                x 100 %
   Jumlah seluruh plot yang dicuplik

Misalnya spesies A dalam 10 plot yang diteliti ditemukan 2 kali atau muncul 2 kali,
jadi frekuensi spesies A =  2 x 100 % = 20%
                                                    10
Frekuensi dapat dinyatakan dalam pecahan atau dalam persen. Frekuensi dapat juga diekspresikan dengan istilah relatif.

Frekuensi relatif spesies A =        Total frekuensi spesies A                    x 100 %
        Jumlah total frekuensi seluruh spesies

3.    Dominansi
Dominansi suatu spesies dapat ditentukan dengan mengukur basal area pohon atau penutup (coverage) pohon atau herba. Luas basal area suatu jenis pohon dapat diperoleh dari diameter pohon setinggi 1,5 m dari permukaan tanah. Bila pohonnya mempunyai akar banir maka diameter pohon diukur langsung di atas banirnya. Penutup pohon atau herba adalah luas proyeksi tajuk atau kanopi pohon atau herba. Penentuannya hampir mirip dengan penentuan densitas, satuannya adalah cm2 atau m2. Misalnya luas total basal area atau nilai penutup spesies A adalah 1.250 dari plot yang diteliti. Masing-masing plot luasnya 100. jadi total luas area cuplikan 10 x 100 = 1.000.
Jadi dominansinya = 1.250 cm2 = 1.250 m2
                                             1.0 m2

4.    Indeks Nilai Penting (INP)
Merupakan penjumlahan nilai relatif dari frekuensi kerapatan dan dominansi suatu jenis. INP sering dipakai karena memudahkan dalam interprestasi hasil analisis vegetasi.


Ø Metode Sampling
Metode yang umum digunakan dalam analisis vegetasi adalah metode plot dan metode tanpa plot. Metode plot, misalnya metode kuadrat, metode releve, dan metode belt transect. Pada metode line intercept = penggal garis, di sini kuadrat direduksi menjadi garis, dan metode jarak (misalnya point centered quarter – methods). Sedangkan pada metode tanpa plot, yaitu point quadrat = metode kuadrat titik.

Ø Tujuan Pembelajaran:
1.    mengidentifikasi nama tumbuhan
2.    menentukan kerapatan populasi
3.    menentukan dominansi relatif
4.    menentukan frekuensi relatif
5.    menentukan nilai penting suatu komunitas tumbuhan
6.    melakukan analisis vegetasi


Ø Langkah Kerja:
1.    Catatlah deskripsi lokasi, gambarkan peta kasarnya.
2.    Ukurlah faktor lingkungan: suhu, pH, kelembaban
3.    Dengan bantuan garis transek sepanjang 100 – 200 m, (pada praktikum nanti panjang garis transek sekitar 74 m) letakkan sejumlah titik sampling pada garis transek dengan interval yang sama (kira-kira berjarak 10 m). Atau dengan cara memasang plot kuadrat ukuran 10 x 10 m2.
4.    Tarik subtransek pada tiap titik sampling yang telah ditentukan tegak lurus garis transek. Garis subtransek yang ditarik tersebut dapat mempunyai arah seperti sisir atau berseling-seling, atau seperti sirip ikan terhadap satu sama lainnya.
5.    Pada setiap subtransek tentukan sejumlah titik dengan interval yang sama atau secara sistematis. Pada setiap titik ini tariklah garis tegak lurus garis transek, sehingga setiap titik akan menghasilkan empat kuarter atau kuadran: I, II, III, dan IV.
6.    Kemudian pada setiap kuarter temukan satu tumbuhan baik pohon, anak pohon, maupun seedling yang mempunyai jarak terdekat dengan titik tersebut. Ukurlah: jaraknya, diameter batang (pohon) setinggi dada (DBH), yaitu setinggi 135 cm atau di atas banir dan catatlah jenisnya masing-masing growthform tersebut. Ingat dari tiap titik sampling akan dihasilkan empat data dari setiap parameter masing-masing growthform yang diukur.
7.    Lakukan identifikasi atas tanaman tersebut.
8.    Tumbuhan yang telah disampling diberi tanda, sehingga tidak akan dihitung lagi. Bila antar kuarter tidak ada pohon yang terdekat berarti metode ini tidak cocok untuk habitat tersebut.
9.    Sebelum Saudara ke lapangan, siapkan tabel untuk koleksi data individu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar